This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 6 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan

5.24.2014

PENYESALAN













Bagaimana jika kau meyakini jalan yang kau lalui saat ini adalah alur alur yang sudah ditentukan, kau meyakini melangkah pada pola pola yang sejatinya sudah ada, jauh sebelumnya, bahkan sebelum alam rahim tiba..?

Yakin bahwa pada dasarnya tidak ada sebab, tidak pernah ada akibat. Kamu berdosa, karna Tuhan ingin kamu malakukannya, kamu berbuat kebajikan, karna Tuhan ingin kamu mendapatkannya.

Bagaimana jika jalan ini, tidak cukup membuat bahagia orang-orang yang peduli, tidak cukup membuat bangga orang-orang yang kau kasihi.

..........adakah penyesalan?

5.23.2014

SYAIR IMAM SYAFI'I

Syair-Imam-Syafi'i



Kepada-Mu -wahai Ilah segenap makhluk
Wahai Pemilik anugerah dan kebaikan, kuangkat harapanku, walaupun aku ini seorang yang bergelimang dosa
Tatkala hati telah membatu dan sempit segala jalanku, kujadikan harapan pengampunan-Mu sebagai tangga bagiku

Kurasa dosaku teramatlah besar, tetapi tatkala dosa-dosa itu kubandingkan dengan maaf-Mu -wahai Rabb-ku-, ternyata maaf-Mu lebihlah besar

Terus menerus Engkau Maha Pemaaf dosa, dan terus menerus Engkau memberi derma dan maaf sebagai nikmat dan pemuliaan
Andaikata bukan karena-Mu, tidak seorang pun ahli ibadah yang tersesat oleh Iblis bagaimana tidak, sedang dia pernah menyesatkan kesayangan-Mu, Adam
Kalaulah Engkau memaafkan aku, Engkau telah memaafkan seorang yang congkak, zhalim lagi sewenang-wenang yang masih terus berbuat dosa

Andaikata Engkau menyiksaku, tidaklah aku berputus asa, walaupun diriku telah engkau masukkan ke dalam Jahannam lantaran dosaku
Dosaku sangatlah besar, dahulu dan sekarang, namun maaf-Mu -wahai Maha Pemaaf- lebih tinggi dan lebih besar

 [Tarikh Ibnu Asakir Juz 51 hal. 430-431]

Syair Imam Ali as teruntuk Sayyidah Fatimah as

ﻚﺒﺣﺍ ﺎﻤﻠﺜﻣ ﻲﺘﻧﺍ
Uhibbuki mitsla maa anti
Aku mencintaimu apapun dirimu
ﻚﺒﺣﺍ ﺎﻤﻔﻴﻛ ﻲﺘﻨﻛ
Uhibbuki kaifa maa Kunti
Aku mencintaimu bagaimanapun
keadaanmu
ﺎﻤﻬﻣﻭ ﻥﺎﻛ ﺎﻤﻬﻣ ﺭﺎﺻ
Wa mahmaa kaana mahmaa shooro
Apapun yang terjadi dan selamanya
ﻲﺘﻧﺍ ﻰﺘﺒﻴﺒﺣ ﻲﺘﻧﺍ
Antii habiibatii anti
Engkaulah cintaku
ﻲﺘﺟﻭﺯ
Zaujatii
Duhai istriku
ﻲﺘﻧﺍ ﻰﺘﺒﻴﺒﺣ ﻲﺘﻧﺍ
Antii habiibatii anti
Engkaulah kekasihku
ﻲﻟﻼﺣ ﺖﻧﺍ ﻻ ﻰﺸﺧﺍ ﻻﻭﺰﻋ ﻪﻤﻫ ﻲﺘﻘﻣ
ﺪﻘﻟ ﻥﺫﺍ ﻥﺎﻣﺰﻟﺍ ﺎﻨﻟ ﻞﺻﻮﺑ ﺮﻴﻏ ﻲﺘﺒﻨﻣ
Halaalii anti laa akhsyaa ‘azuulan
himmuhuu maqti
Laqod adzinaz zamaanu lanaa
biwushlin ghoiri
munbatti
Engkau istriku yang halal, aku tidak
peduli celaan orang.
Kita satu tujuan untuk selamanya.
ﺖﻴﻘﺳ ﺐﺤﻟﺍ ﻲﻓ ﻲﺒﻠﻗ ﻦﺴﺤﺑ ﻞﻌﻔﻟﺍ ﺖﻤﺴﻟﺍﻭ
ﺐﻴﻐﻳ ﺪﻌﺴﻟﺍ ﻥﺇ ﺖﺒﻏ ﻮﻔﺼﻳﻭ ﺶﻴﻌﻟﺍ ﻥﺇ ﺖﺌﺟ
Saqoitil hubba fii qolbii bihusnil fi’li
wassamti
yaghiibus sa’du in ghibti wa yashful
‘aisyu in ji’ti
Engkau sirami cinta dalam hatiku
dengan indahnya perangaimu.
Kebahagiaanku lenyap ketika kamu
menghilang lenyap ,
Hidupku menjadi terang ketika kamu
disana.
ﻱﺭﺎﻬﻧ ﺡﺩﺎﻛ ﻰﺘﺣ ﺍﺫﺇ ﺎﻣ ﺕﺪﻋ ﺖﻴﺒﻠﻟ
ﻚﺘﻴﻘﻟ ﻰﻠﺠﻧﺎﻓ ﻲﻨﻋ ﻯﺎﻨﺿ ﺍﺫﺍ ﺎﻣ ﺖﻤﺴﺒﺗ
Nahaarii kaadihun hattaa idzaa maa
‘udtu lilbaiti
Laqiituki fanjalaa ‘annii dhonaaya idzaa
maa tabassamti
Hari2ku berat sampai aku kembali ke
rumah menjumpaimu.
Maka lenyaplah keletihan ketika kamu
senyum.
ﻖﻴﻀﺗ ﻰﺑ ﺓﺎﻴﺤﻟﺍ ﺍﺫﺍ ﺎﻬﺑ ﺎﻣﻮﻳ ﻲﺘﻣﺮﺒﺗ
ﻰﻌﺳﺄﻓ ﺍﺪﻫﺎﺟ ﻰﺘﺣ ﻖﻘﺣﺍ ﺎﻣ ﻲﺘﻴﻨﻤﺗ
Tadhiiqu biyal hayaatu idzaa bihaa
yauman tabarromti
Fa as’aa jaahidan hattaa uhaqqiqo maa
tamannaiti
Jika suatu saat hidupmu menjadi sedih,
maka aku akan berusaha keras sampai
benar mendapatkan apa yang engkau
inginkan.
ﻰﺋﺎﻨﻫ ﺖﻧﺍ ﻰﺌﻨﻬﺘﻠﻓ ﺀﻑﺪﺑ ﺐﺤﻟﺍ ﺎﻣ ﻲﺘﺸﻋ
ﺎﻧﺎﺣﻭﺮﻓ ﺪﻗ ﺎﻔﻠﺘﺋﺍ ﻞﺜﻤﻛ ﺽﺭﻻﺍ ﺖﺒﻨﻟﺍﻭ
Hanaa’ii anti faltahna’ii bidifil hubbi
maa ‘isyti
Faruuhanaa qodi’talafaa kamitslil ardhi
wannabti
Engkau kebahagiaanku. Tanamkanlah
kebahagiaan
selamanya.
Jiwa2 kita telah bersatu bagaikan tanah
dan tumbuhan

Mahabbah Rābiʻa al-ʻAdawiyya al-Qaysiyya










Cinta tidak pernah meminta, ia senantiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Dimana ada cinta disitu ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
Ada dua tetes airmata mengalir di sebuah sungai. Satu tetes airmata itu menyapa airmata yang satu, ”Saya airmata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?” Jawab tetes airmata kedua itu,” Saya airmata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada di sisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu ingin berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan airmata dan terus tinggal di hatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia, lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu menjadi emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping. Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.
Tuhan menciptakan 100 bagian kasih sayang. 99 disimpan di sisi-Nya dan hanya 1 bagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bagian itulah makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta!
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengobati segala luka di hati orang yang mendengarnya.
Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu, dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut, tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.
_______________
Rābiʻa al-ʻAdawiyya al-Qaysiyya (Arab: رابعة العدوية القيسية‎) atau Rābiʻa al-Basrī (Arab: رابعة البصري‎),  adalah seorang sufi wanita, hidup antara tahun 717–801 M. Lahir antara tahun 95-99 Hijriah di Basra, Iraq. Banyak dari kehidupan awalnya dikisahkan oleh Farid al-Din Attar, seorang penyair dan sufi belakangan, yang menggunakan sumber-sumber awal. Rabi’a sendiri tidak meninggalkan karya tulis apapun. Ia adalah putri keempat, karena itu dinamakan Rābiʻa yang artinya “Keempat”.